Kasus Pembakaran Rumah di Kabupaten Kupang, Diduga ada Kualifikasi Preman, PH Sampaikan Hal ini 

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 13:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : YB/TIM Editor : Redaksi Dibaca 71 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penasehat Hukum (PH), Melkzon Beri, SH.M.Si

Penasehat Hukum (PH), Melkzon Beri, SH.M.Si

Koranmedia.com-Kasus pembakaran rumah dan pengrusakan yang terjadi di kampung Tuahuan, Dusun 5, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT diduga karena masuknya orang luar yang dikualifikasi sebagai preman yang juga mengacaukan situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal ini dikatakan Penasehat Hukum (PH), Melkzon Beri, SH.M.Si dari Keluarga Amabi kepada media seusai pertemuan mediasi antara keluarga Lainati, Keluarga Amabi seluruhnya di Kantor Camat Kupang Tengah pada Kamis, (24/8/2023).

Baca Juga :  Karnaval Budaya di TTU Berakhir Ricuh, Begini Kronologinya

kondisi Kamtibmas yang terjadi di desa oelnasi, dusun 5 kampung Tuahuan, pada kesempatan pertemuan itu semua pihak hadir baik itu keluarga Lainati, Keluarga Amabi seluruhnya lengkap di sana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari percakapan (mediasi) itu bersepakat bahwa terhadap orang-orang yang dikualifikasi sebagai preman yang ada di Tuahuan, Dusun 5, Desa Oelnasi itu 1 x 24 jam harus segera ditarik keluar dari situ.

Baca Juga :  Diduga Ketua DPC PDIP Kabupaten Kupang Serobot Tanah Milik Seorang Janda 

Tidak boleh lagi beraktivitas di tempat situ, mulai besok Jumat, (25/8/2023). Karena kesepakatan itu sesuai Undang-undang 1338 KUHP perdata yang mengikat para pihak. Sehingga kalau sampai dengan besok itu orang-orang yang di suruh sebagai aktor intelektual yang dibayar untuk menakut-nakuti pembakaran dan pengrusakan di Tauhuan harus segera di tangkap kalau mereka tidak keluar dari situ,” tegasnya.

Sumber Berita : https://koranmedia.com

Berita Terkait

Diduga Ketua DPC PDIP Kabupaten Kupang Serobot Tanah Milik Seorang Janda 
Miris! Diduga SMPK Pelita Jaya Webriamata Peliharaan Preman
Polres Malaka Berhasil Amankan Pelaku Utama Buronan Pengeroyokan PKD Weseben 
Parah! Oknum Guru di Malaka Pukul Siswa Pakai Rotan 
Marthen Bunga Menang Banding di MA, PN Atambua Eksekusi Lahan di Malaka, Kuasa MCS Bilang Begini!
Karnaval Budaya di TTU Berakhir Ricuh, Begini Kronologinya
Dugaan Pelecehan, Kasat Lantas Polres Sikka Dinonaktifkan
Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Perempuan, Oknum Kasat Lantas Polres Sikka Bilang Begini!
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 10:20 WITA

Peduli Terhadap Warganya Kades Laleten Memberikan Bantuan Bagi Yang Terkenah Bencana Banjir

Jumat, 9 Februari 2024 - 21:26 WITA

Sosialisasi Pentingnya JKN KIS Bagi Masyarakat

Sabtu, 27 Januari 2024 - 21:17 WITA

PSHT, IKS-PI dan Korka Komitmen Pemilu 2024 Aman, Damai dan Lancar

Rabu, 17 Januari 2024 - 13:22 WITA

Diduga Seorang Oknum Pendamping PKH Di Desa Saenama Gelapkan Uang Bantuan Penerima Manfaat

Senin, 15 Januari 2024 - 20:11 WITA

Ketua Umum PSHT Kabupaten Malaka Ucapkan selamat Ulang Tahun IKSIP ke 44

Minggu, 7 Januari 2024 - 11:54 WITA

Penjabat Gubernur Resmikan Gedung Kantor Bank NTT Cabang Bajawa dan Launching Mall Pelayanan Publik Kabupaten Ngada

Senin, 25 Desember 2023 - 13:18 WITA

Bacaleg Anggota DPRD Kabupaten Malaka Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2024

Minggu, 24 Desember 2023 - 08:52 WITA

Dukung TKM, Alo Bria: Terimakasih Dinas Nakertrans Kabupaten Malaka

Berita Terbaru

Jemianus Koe

Daerah

Sosialisasi Pentingnya JKN KIS Bagi Masyarakat

Jumat, 9 Feb 2024 - 21:26 WITA